Sering Keliru, Cari Tahu Perbedaan Penggunaan Baling-Baling Mixer untuk Berbagai Adonan

Sering Keliru, Cari Tahu Perbedaan Penggunaan Baling-Baling Mixer untuk Berbagai Adonan

Di bulan Ramadhan ini, coba buat kue, yuk!

Bisa kue kering atau cake untuk hantaran, siapa memahami bisa dijadikan kesempatan bisnis.

Tapi sebelum akan itu, kami wajib memahami penggunaan mixer yang benar.

Seperti yang kami tahu, ada dua jenis mixer yakni stand mixer dan hand mixer.

Selain itu, mixer termasuk terdiri dari banyak jenis baling-baling yang memiliki wujud berbeda-beda.

Nah, seringnya kami salah Mengenakan baling-baling tersebut dikarenakan mengira fungsinya serupa saja.

Padahal tidak serupa sekali, lo! mixer kirin

Agar tidak salah lagi, review tips tersebut ini.

(Baca juga: Dengan Resep Teruji ini, Tom Yam Soup Buatan Kita Pasti Enak)

(Baca juga: Tergemas! Tengok Kebiasaan Unik Anak Angkat Venna Melinda Sebelum Sarapan, Ampun Lucunya

Sebelum itu, mari kami bahas tentang perbedaan pada stand mixer dan hand mixer.

Sebenarnya, keduanya serupa saja, yang membedakan hanya bentuknya.

Stand mixer digunakan untuk mengakibatkan adonan didalam kuantitas banyak dan pengadonan didalam selagi yang lama.

Keduanya sama-sama memiliki baling-baling yang bisa dicopot dan dipasang cocok bersama dengan penggunaannya.

Diantaranya adalah whisk, dough, dan beater atau paddle.

Stand mixer dan hand mixer memiliki ketiga jenis baling-baling ini, hanya bentuknya dan ukurannya yang berbeda.

Paddle atau beater digunakan untuk mengkombinasikan adonan yang tidak memerlukan udara.

Misalnya saja untuk mengocok mentega dan gula untuk mengakibatkan krim.

Bisa termasuk untuk mengakibatkan frosting untuk cake.

Selain itu bisa termasuk untuk mengocok adonan cake.

Whisk termasuk sama-sama untuk mengkombinasikan adonan, tetapi didalam sistem pengocokan bakal ada banyak udara yang masuk.

Bentuknya nyaris serupa bersama dengan paddle atau beater, tetapi garis besinya jauh lebih banyak.

Contohnya seperti pembuatan meringue atau whipped cream.

Keduanya butuh udara sehingga hasilnya mengembang sehingga penggunaan whisk adalah yang paling tepat.

Sedangkan dough umumnya bersifat spiral atau huruf C terkecuali terhadap stand mixer.

Dough lebih sering digunakan untuk mengaduk adonan yang lebih berat dan butuh selagi istirahat dikarenakan campuran ragi sebelum akan diolah.

Adonan tersebut umumnya digunakan untuk mengakibatkan roti, pizza, atau cinnamon rolls.

Sekarang sudah memahami kan, perbedaan jenis baling-baling mixer dan kegunaannya?

Jadi jangan hingga salah lagi didalam menggunakannya, ya!

Jangan lupa termasuk untuk melihat bermacam resep kue kering dan cake di halaman resep Sajian Sedap yang sudah teruji kelezatannya. (MA)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *